Anti-Terrorism Efforts in Indonesia

Hikmahanto Juwana


DOI: http://dx.doi.org/10.17304/ijil.vol11.2.273

Full Text:

PDF

PDF


Abstract


Terrorism is defined generally under the Anti-Terrorism Law as the intentional use of ‘violence or the threat of violence to create a widespread atmosphere of terror or fear in public’. Indonesia is a victim of terrorism, but at the same time, a safe haven for terrorists. The Indonesian government has taken various measures to eradicate terrorism, yet the Anti-Terrorism Law has not been effective in eradicating terrorist acts in Indonesia. Implementation and enforcement of Anti-Terrorism Law has not been an easy task. Terrorism for Indonesia is a complex and multifaceted issue. This article argues that the successful experience of some other countries in eradicating terrorism may not be applicable to Indonesia. Indonesia has peculiar problems which require anti-terrorism efforts to be sufficiently sensitive to the local context.

Terorisme pada umumnya didefinisikan berdasarkan Undang-Undang Anti-Terorisme sebagai pengunaan kekerasan atau ancaman secara sengaja untuk menciptakan terror atau ketakutan di muka umum. Indonesia merupakan korban dari tindak kejahatan terorisme, akan tetapi pada saat yang sama merupakan tempat yang aman bagi teroris. Pemerintah Indonesia telah mengambil beberapa langkah untuk mengatasi terorisme, namun hukum Anti –Terorisme dianggap belum efektif dalam mengatasi aksi terorisme di Indonesia. pelaksanaan dan penegakan UU Anti terorisme bukanlah hal yang mudah dilakukan. Terorisme bagi Indonesia adalah masalah yang kompleks dan beragam.
Tulisan ini berpendapat bahwa pengalaman sukses dari negara lain dalam pemberantasan terorisme mungkin tidak dapat diterapkan di Indonesia. Indonesia memiliki masalah khusus yang memerlukan upaya anti-terorisme untuk cukup peka terhadap konteks lokal.




Creative Commons License
Indonesian Journal of International Law is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.